PURO--Warga Dusun Puro II, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan menolak masuknya perkebunan kelapa sawit ke Pulau Siberut. Penolakan itu ditandai dengan penyerahan surat pernyataan menolak yang ditandatangani sejumlah warga.
Heronimus, Kepala Dusun Puro II mengatakan perkebunan kelapa sawit tidak memberi keuntungan sedikit pun pada masyarakat. “Lebih banyak ruginya kalau sawit masuk,” ujarnya.
Ia mengatakan perkebunan sawit akan disertai pembabatan hutan yang akan memusnahkan tanaman obat tradisional. Selain itu, peternakan tradisonal juga akan hilang karena tanah telah dikuasai perusahaan. Kebutuhan kayu untuk rumah dan sampan pun akan langka, belum lagi efeknya terhadap kehidupan sosial yakni rusaknya tatanan budaya masyarakat yang selama ini menjadi penyeimbang dalam interaksi sehari-hari.
Masyarakat juga akan kehilangan tanah ulayat untuk selamanya karena akan menjadi milik negara kalau perusahaan telah berakhir. “Masyarakat akan tambah miskin dan melarat, karena selain kehilangan sumber kehidupan seperti lahan pertanian mereka juga akan kehilangan tanah untuk selama-lamanya. Keuntungan tak dapat, kematian yang menjemput,” ujarnya. Ia berharap daerah lain segera mengambil sikap untuk mencegah
kehancuran masyarakat. gsn