Artikel » Temu Tokoh

Penguatan Masyarakat Adat Tetap Prioritas YCMM

Oleh: Roberta Sarogdog, Direktur YCMM 2010-2013
Senin, 15 April 2010 | 16:02:39 WIB

Tahun 2010 ditandai dengan perubahan struktur manajemen di YCMM (Yayasan Citra Mandiri Mentawai), Roberta Sarogdog ditunjuk Pengurus menjadi direktur menggantikan Sandang Paruhum yang ditugaskan menakhodai PT Suara Alam Mentawai, elemen YCMM yang bergerak di bidang penyiaran (radio). Untuk pertama kalinya perempuan Mentawai memimpin sebuah Ornop, apa kiat-kiat dan strategi yang akan dijalankannya? Berikut hasil bincang-bincang wartawan Puailiggoubat, Gerson Merari Saleleubaja dengan Roberta Sarogdog awal Maret lalu.

 

Apa yang akan Anda lakukan sebagai direktur baru di Yayasan Citra Mandiri Mentawai dalam menjalankan program untuk mencapai visi misi YCMM?

 

Pertama saya akan mulai dari pembenahan struktur lembaga, memaksimalkan sumber daya yang ada, sehingga sumber daya manusia yang ada di dalamnya yakni staf bisa bekerja maksimal dengan mengerahkan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing personil, membangun sinergi antar komponen baik itu di dalam maupun di luar.

Hal itu bertujuan untuk pencapaian visi lembagai yakni YCMM menjadi lembaga yang mampu melaksanakan pengelolaan organisasi sesuai dengan tujuan pendiriannya, dipercaya oleh masyarakat dan mitra kerja, hasil kerjanya diakui oleh berbagai pihak dan memiliki sikap kemandirian tidak diintervensi oleh siapapun.

Sedangkan bagian eksternalnya, YCMM berusaha bagaimana masyarakat adat Mentawai terlibat dalam menentukan arah kebijakan daerahnya dalam aspek politik, ekonomi, sosial budaya dan pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.

 

Masih ada program yang belum selesai yang ditinggal sebagai PR bagi Anda oleh direktur lama, apa langkah yang akan Anda ambil?

 

PR saya yang utama, yang pasti program yang sudah direncanakan/dirancang bersama dan yang sudah kita desain ulang dan rencana pelaksanaanya untuk membuat masyarakat menjadi bermartabat, berdaulat secara politik dan berbudaya secara ekonomi. Pertama dipilah dulu apa program yang belum tercapai, karena rata-rata program sudah tercapai semua, namun ada beberapa bagian yang belum maksimal seperti Aliansi Masyarakat Adat Peduli Mentawai (AMA-PM),  penguatan identitas budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Nah, setelah ketemu bagian mana yang belum, itu yang akan diprioritaskan seperti contoh AMA-PM sebagai wadah gerakan masyarakat Mentawai belum sepenuhnya menjadi kekuatan inti masyarakat, kami di lembaga telah menyusun beberapa program agar masyarakat semakin sadar bahwa berjuang bersama dalam rangka mencapai tujuan itu penting dengan penguatan organisasi masyarakat adat, menjadikan sistim politik, hukum dan kebijakan berpihak kepada masyarakat adat.

YCMM mempunyai tata kelola yang baik dan manajemen organisasi yang efektif. Langkah-langkah itu seperti melakukan diskusi kampung secara intens antar lini di masyarakat, diskusi informal dengan pemerintah, penyusunan buku tentang kebudayaan Mentawai melalui penelitian lapangan tentang kearifan lokal budaya Mentawai, pagelaran budaya dan lain sebagainya

 

Konkritnya yang mau dicapai itu bagaimana? 

Tersusunnya hukum yang menjamin pelibatan masyarakat adat dalam sistem politik, hukum, pengelolaan sumber daya alam yang adil yang berpihak kepada masyarakat. Kapasitas organisasi masyarakat adat meningkat, keanggotaan bertambah untuk memperjuangkan hak-hak bersama. Organisasi masyarakat adat mampu mengelola potensi ekonominya, jaringan pendukung gerakan bertambah dari tingkat nasional hingga internasional, itu cita-cita AMA-PM yang harus dicapai.

Sedangkan untuk penguatan identitas lebih dititikberatkan dengan meningkatnya penghargaan terhadap identitas budaya Mentawai. Masyarakat adat Mentawai tidak malu dan berani menampilkan keunikan budaya yang dimilikinya di manapun ia berada. Selain aksi turun ke masyarakat dan dialog juga dengan publikasi kampanye baik itu di media cetak, pertunjukkan langsung seperti pagelaran budaya dan media lain yang kami lakukan selama ini.

 

Sebagai direktur yang baru, kendala apa yang Anda alami pada awalnya memimpin lembaga ini?

Ini adalah beban yang paling berat buat saya, karena yang pertama memimpin organisasi yang seperti NGO yang penuh dengan tantangan dan perjuangan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat, dan saya juga dalam posisi sulit dimana dalam organisasi ini kebanyakkan yang saya pimpin adalah sebagian besar lebih tua dan lebih banyak pengalaman dari saya. 

Pertama mungkin cara kepemimpinan seperti cara mengarahkan staf yang lebih tua atau muda agar bekerja sebagaimana visi dan misi lembaga yang diemban, pertama saya agak kaku karena  dulu biasa berhitung dengan angka sebagai manejer keuangan.

Namun saya yakin itu hanya pada tahap awal kepemimpinan saya, kami di lembaga adalah tim yang solid saling mengisi dan membantu jika ada kekurangan sehingga itu tidak akan jadi kendala berarti lagi buat saya. Melalui proses waktu dan pembelajaran itu akan bisa saya atasi. 

Sebagai wadah perjuangan bersama kami yakin dengan pasti bahwa kami bisa,  lembaga ini akan maju dan bertahan seiring dengan perkembangan Mentawai.

Sebelum menjabat sebagai Direktur YCMM Roberta Sarogdog adalah Manajer Keuangan lembaga ini selama hampir 10 tahun terakhir. Sebelum ditunjuk menjadi direktur oleh Dewan Pengurus YCMM yang terdiri dari Kortanius Sabeleake dan Yan Winnem, Sipayung, Berta—panggilan akrabnya—meminta pendapat senior-senior di YCMM.

 Terus terang dia mengaku gamang, karena belum berpengalaman memimpin sebuah organisasi, apalagi ornop yang banyak bergerak di bidang advokasi dan penguatan masyarakat adat, yang pastilah akan banyak berbeturan dengan berbagai pihak. Tapi kepercayaan dan simpati teman-teman—atau lebih suka disebutnya keluarga—di YCMM menguatkannya.

  “Terus terang awalnya saya gamang, tapi dukungan teman-teman akan membuat saya kuat dan makin kuat,” kata ibu dua anak yang menikah dengan Arsenius Sirurui ini mantap.

 

BIODATA

Nama : Roberta Sarogdog.

Tempat/Tgl Lahir: Rogdog/ 1 Februari 1981.

Pekerjaan :  Direktur YCMM (Yayasan Citra Mandiri Mentawai).

 

Komentar

Kirim Komentar

  kode:
PT Suara Alam Mentawai
Banner Pualiggoubat
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.