Artikel » Opini/Suara Daun

Relokasi Korban Bencana Menurut Siapa?

Oleh: Roberta Sarogdog
Senin, 14 November 2010 | 20:41:49 WIB

 Gempa 7,2 SR yang meluluhlantakkan sebagian dusun di Kecamatan Pagai Utara dan Pagai Selatan, yang membuat masyarakat kehilangan semua yang dimiliki sehingga tidak punya apa-apa lagi termasuk rumah yang telah rata dengan tanah.

Saat ini tugas kita dan tugas pemerintah untuk memikirkan akan  direlokasi ke mana korban gempa dan tsunami? Dengan tetap memberi kebebasan ke masyarakat sepenuhnya.

Yang mesti diperhatikan di sini adalah relokasi harus di tanah milik sendiri atau milik suku mereka. Tujuannya untuk menghindari konflik tanah di kemudin hari, karena kita dan pemerintah harus belajar dari kasus konflik tanah yang pernah muncul dalam proyek  proyek relokasi sebelumnya.

Salah satunya adalah kasus relokasi PKMT (Pemukiman Kembali Masyarakat Terasing)  di Pulau Siberut, tepatnya di Dusun Puro, Siberut Sealatan, dan Dusun Pokai, Siberut Utara tahun 1980-an.  Di mana suku-suku yang tinggal di hulu dipindah ke kawasan pantai yang dekat dengan pusat kecamatan tanpa mempertimbangkan status kepemilikan tanah masing-masing. Kini 30 tahun kemudian terjadi konflik yang merugikan kedua belah pihak.

Karena itu kalau hendak direlokasi juga status tanahnya harus di-clear-kan terlebih dahulu.

Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah masyarakat yang direlokasi tidak boleh jauh dari sumber-sumber penghidupannya. Karena pada dasarnya masyarakat Mentawai bukanlah nelayan seperti yang diberitakan oleh orang luar selama ini , tetapi adalah masyarakat petani dan peramu yang sangat tergantung pada hasil hutan dan lading seperti keladi, pisang, dan lain-lainnya yang diolah menjadi makanan pokok.

Juga sedapat mungkin relokasi tidak boleh jauh dari lokasi pemukiman masyarakat sebelum gempa dan tsunami.  Hal ini yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pihak yang berwenang melakukan relokasi dengan tetap mengutamakan dan mendengarkan  kemauan masyarakat. Tidak secara tiba-tiba merelokasi dan membuat pemukiman baru tanpa mendengarkan pihak yang akan direlokasi.

Mentawai baru saja mendapat musibah, masyarakatnya harus diperhatikan dengan hati yang tulus. Lakukan diskusi dahulu dan musyarahkan sebaik mungkin di mana masyarakat menginginkan pemukiman barunya, dengan memperhatikan beberapa poin yang paling penting bagi masyarakat.                              

 

Komentar

Kirim Komentar

  kode:
PT Suara Alam Mentawai
Banner Pualiggoubat
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.