Home/ Pendidikan
A A A
Mahasiswa Mentawai Kecewa Realisasi Bantuan Dana Pendidikan Tak jelas
Kamis, 04 April 2013 | 13:42:00 WIB
Mahasiswa Mentawai Kecewa Realisasi Bantuan Dana Pendidikan Tak jelas

Mahasiswa Mentawai Kecewa Realisasi Bantuan Dana Pendidikan Tak jelas: Foto: Pertemuan Mahasisa Khatolik Mentawai di Padang-Patriz

PADANG-Mahasiswa Mentawai di Padang kecewa karena janji Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang akan mencairkan bantuan biaya pendidikan paling lambat Maret 2013 ternyata belum ada titik terang. Sementara dalam APBD Mentawai 2012, bantuan kepada mahasiswa itu tercantum sebesar Rp2,5 miliar.

Wakil Ketua Bidang Pemerintahan Forum Mahasiswa Mentawai (Formma) Sumatera Barat, Fredik P. Tampubolon kepada Pualiggoubat mengatakan, sangat kecewa dengan janji pemerintah tersebut.

 “Tidak ada kejelasan pencairan dana pendidikan tersebut, kami merasa sangat dikhianati, kami berharap pemerintah segeralah mencairkan dana pendidikan tersebut,” katanya, Rabu, 27 Maret.

“Saya bicara atas nama Formma sekaligus mewakili mahasiswa Mentawai, kapan janji Pak Bupati waktu mengunjungi mahasiswa Mentawai pada 9 Desember 2012, akan mencairkan dana pendidikan paling lambat awal Maret, serius atau nggak karena kita di sini sangat berharap,” sambung Fredik.

Fredik menyebutkan, mereka sudah pernah menanyakan hal itu kepada Dinas Pendidikan Mentawai, “Jawabannya saat itu, data kami di sana tidak ada, lalu kami tanya ke DPPKAD, katanya tanya saja ke dinas bersangkutan, ini sangat membingungkan,  mereka saling lempar, kami minta Bupati harus tegas,” ujarnya.

Akibat ketidakjelasan pencairan dana tersebut, lanjut Fredik, sekitar 20 mahasiwa Mentawai yang kuliah  di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Padang terancam dikeluarkan.

Penyebabnya kata Fredik, bunyi kesepakatan antara mahasiswa dengan pihak kampus yakni pembayaran uang praktek lapangan paling lambat Desember 2012. Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet pernah berjanji akan menyelesaikan persoalan itu saat pertemuan dengan mahasiswa 9 Desember tahun lalu namun hasilnya belum jelas.

Syafrizal Sanene, salah satu mahasiswa STKIP PGRI menyebutkan, sejak dijanjikan bupati hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.

 “Sampai sekarang belum, pihak kampus pernah tanyakan kepada saya tentang kapan keluarnya dana bantuan pendidikan mahasiswa Mentawai, karena dispensasinya sudah lewat,” ujarnya, Rabu, 27 Maret.

Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori Satoko yang dikonfirmasi Puailiggoubat mengatakan pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan Dinas Pedidikan. ”Kamis, 28 Maret, kita ada pertemuan dengan Dinas Pendidikan yang juga membahas hal ini,” ujarnya Rabu, 27 Maret. (trs/g)

Komentar

gravatar ele - padang @ Minggu, 07 April 2013 | 15:18:00 WIB WIB
apa tindakan kamu sebagai mahasiswa terhadap pemeritah yang suka berbohong,berjanji,hanya memberikan harapan saja.kapan kita mau maju kalau seperti ini terus pimimpin kita setiap pemimpin yang naik slalu saja seperti itu,,jd kamu sebagai mahasiswa tau ngk pemerintah sekarang itu tidak mampan lagi kalau hanya memberikan kritikan,saran,pandapat,keluhan itu tdk ada artinya bagi mereka jd yg mampan buat pemerintah sekarang adalah" tindakan",apa tindakan kamu sbgai mahasiswa klau sudah di bohongi.
gravatar agustinus dwi harry - sikakap @ Senin, 29 April 2013 | 15:47:00 WIB WIB
saya sebagai mahasiswa turut bangga dan prihatin thd pemerintahan mentawai saat ini.. organisasi yg kita bnggakan yaitu FORMA tidak lagi menjadi jawaban utk menyuarakan kepentingan bersama.. ada bnyak koalisi perpanjangan tangan partai.. partai itu baik.. tp kita harus memandang itu lebih kritis utuk kesejahteraan bersama.. bukan INDIVIDU apalagi memanfaatkan NAMA di FORMA untuk mendapat SUARA.. sampaikan suara kami ke pejabat.. FORMA ada bukan utk PARTAI !!.
gravatar nadi - padang @ Jumat, 08 November 2013 | 21:47:00 WIB WIB
saya berharap kepada pemda mentawai agar memberikan informasi yang jelas kepada mahasiswa masak ditanya tentang dana pencairan dana pendidikan gak tau jelas untuk apa kita buat dinas pendidikan klau bukan untuk pusat informasi dan jugak saya berharap kepada seluruh saudara/i mahasiswa mentawai jangan jadi pengecut jangan takut membelah kebenaran cuman memasukkan uud yg berlaku selesai perkara klw tidak di akui hilangkan pandasila kembangkan pemimpin jaman dahulu hilangkan pemerintahan agar tidak.
Kirim komentar anda
Nama
Alamat
Email
Komentar
Security Code

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

PT Suara Alam Mentawai
Banner Pualiggoubat
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.