Home/ Mentawai News
A A A
Lahan Diklaim PT SSS, SCP Terancam Dipindah
Senin, 05 Mei 2010 | 07:17:57 WIB

PULITCOMAN-Lokasi penelitian primata endemik Mentawai, SCP, di Pulitcoman desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat terancam pindah karena lokasinya diklaim PT. SSS (Salaki Summa Sejahtera),  perusahaan kayu yang sedang beroperasi di Dusun Tiniti, Desa Sigapokna. Hal tersebut disampaikan Suwito salah seorang staf Balai Taman Nasional Siberut pada Puailiggoubat beberapa waktu lalu.

“Lokasi SCP yang ada di Pulitcoman keberadaannya terancam dipindahkan karena lokasi yang mereka miliki awalnya untuk tempat melindungi primate endemik diserahkan kepada PT. SSS yang sedang beroperasi di Desa Sigapokna. Dan menurut rencananya lokasi baru SCP tersebut kalau tidak di Terekan Hulu berarti di Bojakan. Yang jelas masyarakat Bojakan siap menerima, tapi masyarakat di Terekan Hulu tidak menerima,” jelas Suwito.

Suwito mengatakan, bila memang hal ini benar terjadi maka lokasi baru baik di Bojakan atau di Terekan Hulu SCP  harus melakukan penataan dari awal lagi. “Kalau lokasi SCP ini benar-benar pindah maka lokasi yang baru nantinya itu harus memiliki dampak yang menguntungkan bagi masyarakat setempat, demi kelangsungan program tersebut,” ujarnya.

Kabar tentang pindahnya lokasi SCP dari Pulitcoman juga sampai pada Misno pengurus AMA-PM (Aliansi Masyarakat Adat Peduli Mentawai) Pokai Desa Sikabaluan. “Isu itu memang ada indikasi kebenarannya karena kalau kita lihat lokasi SCP itu ada kerjasamanya dengan IPB Bogor sementara petinggi di PT. SSS itu juga orang-orang dari alumni IPB Bogor. Kita lihat saja dulu karena ini baru seputar isu,” jelasnya.

Ketika hal ini dikonfirmasikan pada Rosmini salah seorang staf SCP 17 Maret lalu dia menjelaskan isu itu benar. “Persoalan itu sebenarnya internal kami, dan memang pada waktu itu Bang Johan sebagai koordinator di lapangan sedikit berdebat dengan IPB Bogor dan sempat terlontar kata-katanya, SCP ini bukannya tidak mampu mencari lokasi baru tapi untuk memulai sesuatunya itu harus dimulai dari nol,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, saat s ini primata endemik yang ada di lokasi riset SCP tersebut sudah merasa aman dan terlindungi dengan baik. “Awalnya mereka (monyet-Red) itu takut pada manusia, takut diburu, sekarang mereka sudah jinak. Bila nanti ada perpindahan lokasi lagi ke tempat yang baru, semuanya harus dimulai dari nol lagi dan ini jelas tidak mudah,” tambahnya.

Ia juga menyayangkan adanya beberapa anggota masyarakat yang tidak mendukung program SCP. “Masyarakat sepertinya sudah termanjakan dengan uang dan bantuan sehingga kalau program tersebut tidak menghasilkan uang bagi mereka program tersebut akan mendapat tantangan kuat. Padahal kalau kita lihat cukup banyak kompensasi yang telah diberikan SCP pada masyarakat Pulitcoman, seperti air bersih, tenaga surya, sekolah dan bahkan hutan mereka terjaga dengan baik,” ujarnya. Terutama sekali tentu terjaganya populasi peimata endemik Mentawai yang tak ternilai harganya itu. bs

Komentar

Kirim komentar anda
Nama
Alamat
Email
Komentar
Security Code

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

PT Suara Alam Mentawai
Banner Pualiggoubat
 

All copyrights property of third party used in this site and its corporate sites still owned by respective owners.